menjadi blogger tidak akan buat anda mendadak keren bagian kesembilan ranalino

Menjadi Blogger Tidak Akan Buat Seseorang Mendadak Keren Bagian Kesembilan

Kita tiba di bagian kesembilan. Semoga seri Menjadi Blogger Tidak Akan Buat Seseorang Mendadak Keren ini tetap bermanfaat.


Ruteng, 21 Juni 2018

Tugas menjadi blogger itu gampang-gampang susah. Ada hal bernama konsistensi yang harus mengikuti seluruh perjalanannya. Ini jadi semacam tantangan mengingat konsistens adalah kata yang sering kita ucapkan tetapi paling sering diabaikan. “Kalau kita konsisten membuang sampah pada tempatnya, lingkungan kita pasti bersih.” Kalimat itu sering kita dengar, kan? Yang mengatakannya, kemudian dengan santai membuang puntung rokok di halaman. Ckckckck.

Btw, akibat dari berusaha konsisten itulah, tulisan Menjadi Blogger Tidak Akan Buat Seseorang Mendadak Keren ini akhirnya tiba di bagian kesembilan. Sejak bagian ketujuh, seri ini diupayakan lebih teknis. Yang dibahas adalah langkah-langkah praktis sebagai panduan bagi blogger pemula. Di bagian kedelapan, kita telah mengetahui tiga tahap merencanakan blog bagi blogger pemula. Dan, kali ini yang akan dibahas adalah langkah selanjutnya, yakni tahap-tahap membangun.

Tahap-Tahap Membangun Blog

Seperti rumah, atau kemah, atau rumah tangga, apa yang telah direncanakan pembangunannya haruslah dilaksanakan. Tentang blog, pembangunannya dimulai dengan menentukan nama. Di dunia blogging, biasa disebut sebagai domain. Do-ma-in-so-la-si-do? Bukan. Itu do-re-mi-fa-so-la-si-do. Domain adalah nama blog kita. Ranalino.co itu domain.

Karena menyangkut nama dan usaha membuatnya ramah telinga (dan tangan ketika mengetikkannya), domain blog sebaiknya dibuat singkat dan tidak sulit. Jangan lupa, unik. Yang ini akan berhubungan dengan memori kolektif dan persaingan di mesin pencari.

Jika ingin membangun blog yang membahas tentang panduan menjadi blogger bagi pemula di Ruteng, jangan pakai nama www.panduanmenjadibloggerbagipemuladiruteng.com. Itu panjang sekali. Yang singkat kan banyak. Misalnya: jadiblogger.com, rutengblog.id, atau bloggerruteng.co, atau dariruteng.xyz.

BACA JUGA
Penyandang Disabilitas di Ruteng: Tunanetra Baca Puisi, Tunarungu Mengarang

Baca juga: Aktivis juga Manusia, Mereka Berhak Tampil Sangat Lucu

Ada dua tipe domain. Yang satu disediakan oleh penyedia jasa blogging (gratis) dan yang lain adalah domain berbayar alias punya dotcom sendiri. Begitu kira-kira. Banyak blogger memilih menggunakan nama sendiri sebagai domain. Saya pernah melakukannya. Arminbell.multiply.com (ini domain gratis, ada nama perusahaan penyedia jasa blogging di belakang nama saya) dan sekarang Ranalino.co (berbayar, tidak ada embel-embel nama perusahaan lain di belakang alamat ini). Sah. Asal pendek dan mudah diingat. Jangan lupa dirawat. Atau seseorang di luar sana akan menyiapkan bahunya untuk tempat kekasihmu itu bersandar… halaaaah.

Setelahnya, setelah yakin dengan domain yang akan dipakai–bahwa itu akan berumur panjang, mampu bersaing, dan menjadi brand yang hebat, langkah berikutnya adalah memilih hosting. Domain dan hosting adalah dua di antara sekian banyak pengetahuan dasar dalam blogging.

Perbedaan Domain dan Hosting

Hosting adalah tempat untuk menampung data-data yang diperlukan oleh sebuah blog agar dapat diakses oleh pengguna internet. Secara sederhana, kalau domain adalah alamat rumahmu, maka hosting adalah rumah yang di dalamnya tersedia kamar-kamar untuk foto, video, teks, dan lain sebagainya. Atau, kalau domain adalah nama kekasihmu, maka hosting adalah dirinya seutuhnya. Tempat kau menyimpan hati, perasaan, dan segalamu. Maka, pilihlah hosting yang benar. Jangan sampai domain-mu adalah pacarmu yang baru sedangkan hosting-mu adalah mantan. Bahaya itu. Sesak dia nanti. Menyimpanmu atau kekasihnya yang baru? Oh, dewa!

Tetapi untunglah hosting tidak seperti mantan. Hosting, seperti domain, juga tersedia dalam dua pilihan. Gratis dan berbayar. Bedanya banyak. Termasuk bahwa pada hosting berbayar, disk space kita menjadi lebih banyak. Ada tenaga teknis yang merawatnya. Ah, itu teknis sekali. Jika Anda adalah pemula, cobalah memulai dengan gratisan. Sambil mencari-cari perbedaan keuntungan antara web hosting gratis dan berbayar tadi. Setelah jago, barulah masuk ke ring tinju profesional #hadeeeeh.

BACA JUGA
Membaca itu Penting bagi Penulis

Dengan dua hal tersebut, kini sesungguhnya Anda siap menjadi blogger pemula yang baik. Dan blogger pemula yang baik adalah yang berusaha agar domain dan seluruh kontennya keluar pada SERP atau search engine result page. Maksudnya, ketika seseorang mencari topik yang Anda bahas melalui mesin pencari, blog Anda dapat nampang di halaman-halaman awal. Bagaimana caranya?

Mengenal Search Console

Masih di tahap membangun blog, menautkan rumah kita dengan fasilitas lainnya adalah hal yang wajib. Google menyediakan sebuah fasilitas bernama Search Console (dulu bernama Google Webmaster Tools). Fasilitas ini dapat digunakan untuk men-submit post blog kita ke mesin pencari agar dapat diindeks. Fasilitas ini juga bermanfaat untuk mengetahui kondisi kesehatan blog kita. Yup. Blog harus sehat. Tidak ada error, tidak terdapat kekeliruan link, tidak tersangkut dengan copy paste, tidak membawa masa lalu #eh?

Pokoknya begitu. Menjadi blogger itu tidak akan buat seseorang mendadak keren hanya karena dia telah punya blog dan blognya memiliki konten. Oh, no! Blog yang keren itu, Bro, adalah blog yang sehat, bersih, dan ramah Search Engine. Ini di luar konten, ya! Karena bagaimanapun, konten adalah yang terutama. Bukankah percuma jika kita sehat tetapi kepala kita tidak berisi? “Cantik sih, tapi kosong,” katamu tentang mantanmu. Kejam sekali.

Baca juga: 10 Tipe Manusia yang Muncul Setelah Pesta Demokrasi Bernama Pemilu

Tiga hal tadi rasanya cukup. Tetapi kalau Anda punya waktu lebih, Google menyediakan sangat banyak hal baik bagi blogger pemula, madya, dan mahir. Dari Google Analytics sampai Google Adsense. Ada uang di belakang semua itu. Uang untuk jerih payahmu menggunakan sangat banyak waktu di depan laptop. Itu kalau berhasil. Kalau tidak? Tidak apa-apa. Toh, blog juga adalah kumpulan catatan harian. Tidak dikenali tidak masalah. Asal bisa kita akses sendiri suatu ketika.

BACA JUGA
Pengalaman Membaca Buku Cerpen Perjalanan Mencari Ayam (Bagian 2)

Selanjutnya, kita akan bersama belajar tentang cara mengelola blog. Tetapi itu nanti. Di bagian kesepuluh. Sedang saya siapkan bahannya, Anda silakan coba tips-tips yang telah disajikan dalam sembilan bagian sebelumnya. Fair enough, bukan?

Salam dari Kedutul, Ruteng

Armin Bell

Bagikan ke:

4 Comments

  1. Menjadi bloger tidak akan mengubah seseorang menjadi keren secara tiba-tiba, tetapi kalau jalannya bener, maka ia akan keren secara perlahan.

  2. Salam hangat saudara, bagi saya menjadi blogger bukan soal keren, apalagi mengejar adsense. Jika ada itu bonus, tetapi hemat saya menjadi blogger adalah usaha untuk melawan lupa dengan menulis. Verba volant scoprite manet, kurang lebih seperti itu maknanya bagi saya. Fokus saya adalah belajar dan berbagi. Salam damai buat sobat di nusa bunga.

  3. Good point: “Jika ada itu bonus, tetapi hemat saya menjadi blogger adalah usaha untuk melawan lupa dengan menulis.” Terima kasih sudah mampir.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *