Anak Manja Selalu Mencari Orang Tuanya Bahkan Setelah Berkeluarga

Memanjakan anak secara berlebihan bisa berdampak buruk pada tumbuh kembang dan masa depannya. Kalimat senada hampir selalu ada di semua ulasan tentang parenting. Kali ini, Ineame – Blog Keluarga Indonesia menampilkan catatan menarik tentang bagaimana “sikap manja” berdampak buruk ketika seorang anak tumbuh dewasa dan membentuk keluarga baru.

anak manja selalu mencari orang tuanya bahkan ketika telah berkeluarga
Akibat buruk memanjakan anak | Grafis: Ineame – Blog Keluarga Indonesia

Sandiego adalah salah satu kontributor di Blog Ineame. Bersama beberapa teman lainnya, Sandiego mengisi blog itu dengan tulisan-tulisan seputar parenting dan hal-hal menarik di rumah-rumah kita. Sekarang, sejak Blog Ineame dihapus (dan kini hanya hadir di platform youtube, tulisan Sandiego, sama seperti artikel-artikel lainnya dari blog itu, dipindah ke ranalino.co. Selamat menikmati.

Anak Manja Selalu Mencari Orang Tuanya Bahkan Setelah Berkeluarga

Oleh: Sandiego

Bicara tentang keluarga, pasti akan berujung pada pembahasan tentang kasih sayang, pendidikan, dan juga polemik kehidupan di tengah keluarga. Keluarga adalah dunia kecil yang diciptakan oleh masing-masing pribadi manusia. Baik dan buruknya kehidupan di sana biasanya tergantung pada pemimpin dan pendiri dunia kecil itu.

Seisi dunia decil tentu akan tunduk dan patuh pada setiap peraturan serta ajaran yang diterapkan sang pemimpin. Termasuk ajaran-ajaran yang mungkin menyimpang? Iya. Mungkin saja. Sebab dia adalah pemimpin, dia adalah orang tua.

Tanpa pernah disadari oleh siapa pun atau orang tua manapun, kesalahan kecil atau kesalahan yang tidak disadari oleh para orang tua dalam mendidik anak bisa berakibat buruk pada perkembangan anak itu sendiri. 

Salah satu kesalahan yang sering dianggap benar itu adalah memanjakan anak. Potret kehidupan sehari-hari memberikan gambaran jelas–meski tidak diakui atau sering dicari-cari pembenarannya–bahwa memanjakan anak sudah mengakar di tengah banyak keluarga.

Baca juga: Membaca Itu Penting bagi Penulis

Ini barangkali bukan masalah serius bagi sebagian orang, tetapi di tengah kehidupan keluarga dewasa ini, hal ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Agar anak-anak nantinya dapat menciptakan “dunia kecil” mereka sendiri dengan baik.

Memanjakan anak adalah perasaan kasih sayang yang dinyatakan secara berlebih. Tulisan ini tidak bermaksud melarang pengungkapan kasih saya itu, tetapi sekedar mengingatkan bahwa sebaiknya ada batasan untuk itu. Contoh: semakin seorang anak bertambah usia, tentu semakin berbeda pula cara kita mendidiknya.

Memanjakan anak yang beranjak dewasa akan berakibat sangat fatal. Mereka akan kehilangan rasa peduli, tidak akan memiliki kewaspadaan, bahkan mereka tidak akan pernah iklas untuk kehilangan orang tuanya. Mereka akan selalu menjadi anak-anak sampai kapanpun, bahkan sampai mereka menjadi pemimpin di tengah keluarga kecil mereka sendiri.

Akan muncul masalah besar di tengah keluarga kecil mereka nanti. Masalah yang tidak akan terselesaikan jika tanpa sentuhan tangan orang tua, tangan yang tanpa sadar sudah buat kesalahan besar, tangan yang menitipkan masalah kepada sang anak.

Baca juga: Seni itu Band Melayu?

Rasa manja yang sudah mengakar di dalam pribadi seorang anak akan sulit hilang, bahkan dengan cara apa pun, bahkan jika sudah dewasa, bahkan jika mereka juga sudah memiliki anak. Terbiasa dimanja (orang tua selalu membantu anak mengambil keputusan bahkan ketika mereka telah dewasa, ed) akan menjadi pokok masalah di tengah keluarga baru.[youtube https://www.youtube.com/watch?v=o0CLvENNn-A&w=560&h=315]

Sandiego |
Tinggal di Ruteng, dapat ditemui di facebook: Sandiego (Kanicius)

Ed: Armin Bell

.

Tanggapan Anda?

Scroll to Top